Sederhanakan Ucapan, Perbanyak Amal

Everywhere...Around The World!

Semalam saya melakukan aktivitas yg jarang saya lekukan; menonton tv. Sangat mencengangkan tatkala di berita nusantara ribut berbicara tentang bahan makanan yang diberi campuran formalin (pengawet mayat) dan kain-kain. Beberapa jenis bahan makanan yang sudah terbukti tercampur formalin diantaranya adalah; mie basah, tahu, bakso (bahkan bakso juga mengandung borax), ikan asin, dan juga ikan segar (wah… klw sdh dicampur dg formalin, berarti sudah tidak segar lagi).

Adalah sebuah hal yang pelik, terlebih buat saya yg berstatus sebagai anak kost :D yg setiap hari mengandalkan warung-warung sekitar untuk mengisi lambung saya :D (meskipun terkadang masak juga, masih aja beli di warung :D )

hmm… hal ini tentu saja menyebabkan saya menjadi sering was-was tatkala harus membeli makanan di luar. Tapi setidaknya ada kelegaan, karena tempe tdk ditemukan tercampur dengan formalin, hidup tempe ^_^

————
to be continued :D




Medio on December 2005

December 2005,
Tha last month of the year. Yups, akhir tahun 2005 ini banyak kenangan yang terukir (ceile… apa nih). 22 Desember, mother’s day! yups, I really love my mom and dad as well :) love them much :)
My sister’s family got sick :( 25 of December, I received sms from mom told that they sent to hospital that day.
So sad I am…

well, 23 of December I’ve got a phone form PERSAELS told me that TELKOMSEL called me to become their employee. How’s my response? Am I happy or what? I’m so confused :( Last week my director said that I’ve to prepare to be a good team leader (my capt. wanna go abroad), and I’ll be the candidate to be the new leader. So confused I am…

24 of December, well isn’t it dad’s b’day? I’m not so sure coz he has two date of b’day :) ) just like my mom :D so complicated date of birth in d’past time.
this day I went to campus as jury of Muslimah’s Art Festival :) extremely wonderful I could gathered with my sister in Islam :)
In the middle of d’time, my cellphone ringing, wew, a sms from my friend, Moenicha. So surprised, she said that she gonna marry. And… she’ll be married with Arief. So surprised, and so happy I am heard that news.
(when does my turn will be? :D )

26 of december, I go to PERSAELS to sign the contract with it, giving my sertificate of my last study as the guarantee that I’ll become the TELKOMSEL’s employee. Hmm… in the middle of d’day I’ve got an email from my friend who work at SBIC. Wow, he said that his director needs a manager and the qualification is just like me :”>
wew, it’s really wondrous if I could join that company, Surabaya Business Incubator Centre. Perhaps, it’s not my lucky, coz I’ve already sign the contract with TELKOMSEL’s outsourcer. Nevertheless, it’s not too bad to work in TELKOMSEL.

———break for dhuhur time :)

Hey, yesterday (26/12) I’ve received a new email on my inbox :) It’s come from the Mizan’s director. Last week, he brought my short-story (that I’ll continue become novel) that is sent into the editor. Alhamdulillah, that’s what I said. There’s an oppotunity for my writing to be published ^_^ It’s depend on my next writing to complete it become a novel :)

I feel complete this year (though it’s not totally complete :) ) but it’s so wonderfull ^_^

——– to be continued ^_^




YMC: Women & Career With Experd – Managing Changes

Perubahan adalah salah satu yang tidak bisa dihindarkan dalam hidup. Waktu yang bergulir akan selalu membawa perubahan dalam diri seseorang, termasuk dalam dunia kerja.

Seperti yang dialami teman-teman di FeMale ketika harus pindah kantor dari Bintaro Plaza ke Ratu Plaza. Meski kedua tempat tersebut plaza, suasana lingkungan kedua tempat sangat jauh berbeda. Perubahan alamat kantor, interior dan suasana kerja yang lain dari sebelumnya tentu membuat teman-teman di FeMale agak ‘kaget’.

Menurut Mira, dalam dunia kerja, perubahan dapat terjadi kapan saja tanpa bisa kita perkirakan. “Mulai dari perubahan kecil seperti pindah ruang kerja, tata letak ruang yang didesain kembali, hingga perubahan besar seperti perubahan struktural.”

Reaksi atas perubahan itu sendiri bermacam-macam. Ada yang mengomentari perubahan ini dengan menggrundel di belakang, ada yang bisa langsung beradaptasi dan ada juga orang yang menerima perubahan tanpa berkomentar apapun. Bagi Mira, sikap penerimaan atas perubahan yang terjadi di lingkungan kantor ini tergantung pada karakter masing-masing.

Banyak orang berpikir, perubahan seringkali terjadi di luar kontrol atau kemampuan kita, sehingga sulit bagi kita untuk menghindari suatu perubahan yang terjadi dalam lingkungan kantor. Menurut Mira, persepsi tersebut tak selamanya benar. Memang ada perubahan-perubahan yang terjadi di luar kontrol kita sendiri, namun sekecil apapun kita masih bisa mengkontrol perubahan tersebut sesuai dengan otoritas yang kita miliki.

Anda mungkin masih ingat kisah “Alice in Wonderland.” Cerita ini mungkin bisa sedikit menggambarkan bahwa kita memang harus punya kontrol diri. Dituturkan bahwa di sebuah persimpangan, Alice bingung untuk memilih jalan mana yang harus ia tempuh untuk meneruskan perjalanan. Hingga akhirnya ia bertanya pada anjing kesayangannya untuk membantunya memilihkan jalan yang terbaik. “Jalan mana yang harus kupilih?”. Sang anjing balik bertanya padanya, “Kamu sendiri ingin pilih jalan yang mana? Jangan tanya aku. Lebih baik kau tanya pada dirimu sendiri. Karena seperti kamu, aku tak tahu jalan mana yang harus kupilih, dan ke mana jalan-jalan ini mengarah.”

Sebagai contoh, tentu bukan hal yang menyenangkan jika di kantor keluar peraturan baru yang lebih ketat seperti yang dialami oleh salah seorang kawan dekat Mira. Di kantornya yang merupakan perusahaan asing, ada peraturan baru yang tidak memperbolehkan para karyawannya menggunakan atribut keagamaan di kantor saat bekerja, seperti menggunakan kalung salib bagi yang beragama Katholik dan Kristen dan menggunakan jilbab bagi kaum perempuan yang beragama Islam.

Perubahan ini jelas suatu hal yang di luar kemampuan kawan dekatnya Mira, yang kebetulan memang berjilbab. Namun, sebesar apapun perubahan tersebut, Mira berpendapat bahwa kawan dekatnya tetap dapat memiliki kontrol atas perubahan tersebut. Yaitu kontrol untuk membuat keputusan, apakah ia akan menerima keputusan tersebut dan mematuhinya atau memilih keluar dari perusahaannya demi memegang teguh prinsipnya.

Jadi, bagaimanapun seseorang tetap bisa memiliki kontrol terhadap perubahan yang terjadi. Tergantung pilihan yang diambil untuk menyikapi perubahan tersebut. [irma]

*taken from Radio Female 100.2 FM
Thursday, July 31, 2003




…..
adalah sebuah refleksi keagungan dalam kesabaran, adalah sebuah kekuatan melebihi besi baja ataupun beton, adalah sebuah kelembutan yang bermanja dalam kesantunan, adalah uluran tangan dalam jurang traumatis, adalah sebuah pembeda dalam hidupku, adalah penyadar akan arti hidupku, adalah pemancar dalam catatan resahku, adalah peredup gejolak amarah dengan tuturnya, adalah tauladan di tengah geliat umat yang menggila, adalah penanda dewasaku, adalah harapan dalam mimpiku… adalah calon sahabat sejatiku, nanti, Insya Allah.




Langkah Mudah Cegah Kanker Payudara

Saat ini, kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi. Baik di negara- negara maju maupun di negara-negara berkembang. Selain biaya pengobatannya cukup mahal, prosentase kesembuhannya pun masih sangat kecil. Untuk itu ikuti langkah berikut ini untuk menangkis serangan kanker payudara.

Hati-hati dalam memilih makanan
Apa yang Anda makan mungkin merupakan faktor yang penting dalam mengurangi resiko terkena kanker payudara. Penelitian wanita di 35 negara bagian dan menemukan bahwa serangan kanker payudara terendah terjadi di negara yang kaum wanita mengonsumsi daging, susu dan lemak lebih sedikit. Protein dan lemak dalam daging menyebabkan tubuh memproduksi estrogen dan sejenis insulin lebih banyak, yang bisa meningkatkan resiko kanker payudara.

Pendek kata, mengurangi daging (burger dan mengonsumsi ikan dua kali semingt sangat baik bagi kesehatan karena asan lemak omega 3 yang ada dalam daging ikai sebagai salah satu pencegah kanker.

Berjemur. Sinar matahari membantu tubuh Anda untuk memproduksi vitamin D. Jumlah vitamin yang lebih banyak akai mengurangi resiko kangker payudara Wanita yang tinggal di daerah dengan cural matahari yang panjang beresiko lebih rendal terserang kanker payudara dibandingkai dengan wanita yang tinggal di daerah kurang sinar matahari. Lakukan kegiatan di luar rumah ketika pagi hari (sekitar jam 8- 10) selama beberapa kali dalam seminggu. Pada saat itu sinar matahari tidak terlalu bahaya. Jangan gunakan tabir surya agar sinar matahari dapat melakukan proses pembuatan vitamin D lebih maksimal. Jika hal tersebut tidak memungkinkan minumlah vitamin D 400 sampai 600 N setiap hari. (Carilah produk yang berlabel D atau D3 dan bukan D2 yang biasa tertulis dikemasan).

Kedelai dan Kanker Payudara
Mengkonsumsi lebih banyak kedelai dapat mencegah penyakit jantung, menurut FDA. Tapi kebanyakan kedelai bukan hal yang baik bagi wanita yang menderita kangker payudara atau yang memiliki resiko besar terkena kanker payudara. Studi menemukan bahan dalam kedelai yang dikenal dengan isoflafon atau phytoestrogen dapat menstimulasi pertumbuhan tumor payudara yang dikenal dengan estrogenreceptor positif. Penelitian di University of Illinois di Urbana Champaign melaporkan bahwa isoflavon genistein menyebabkan sel tumor berkembang biak dalam tubuh tikus percobaan. Semakin besar dosisnya, semakin cepat pertumbuhannya. Menurut William G. Helferich, sang peneliti, pada kondisi normal makanan dengan kandungan kedelai tidak akan menimbulkan masalah namun wanita yang memiliki masalah dengan estrogen yang berhubungan dengan kanker payudara atau memiliki sejarah kanker payudara dalam keluarganya sebaiknya menghindari suplemen kedelai serta makanan dan minuman yang mengandung ekstrak isoflavon. Tiga buah tahu sehari cukup dikonsumsi selama sehari (sekitar 100 miligram isoflavon).

Tetaplah Aktif Untuk Cegah Kanker Payudara
Sudah cukup puas dengan jadwal kegiatan Anda. Seorang peneliti Kanada menemukan, wanita yang menghabiskan lima jam atau lebih mengerjakan tugas rutinnya atau bekerja di luar memiliki resiko 31 hingga 41 persen lebih kecil daripada wanita kurang aktif.

Ahli memperkirakan suatu hari yang sibuk manfaatnya diperkirakan sama dengan latihan. Tetaplah aktif, saat Anda berada di tempat latihan atau bersama dengan anak-anak, hal itu akan mengurangi hormon yang menstimulasi pertumbuhan sel kanker payudara. “Anda tidak perlu melakukan lari maraton untuk mendapatkan tubuh yang sehat karena dengan berjalan dan aktivitas kerja sehari-hari sudah cukup menjaga kesehatan payudara.”

Pola Makan Bisa Cegah Kanker Payudara
Penelitian terakhir menyatakan bahwa menyantap menu sehari-hari pun bisa menyelamatkan hidup dari kanker tersebut. Selamat makan.

Hidup dengan lemak. Ahli gizi menemukan bahwa lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun mampu melindungi tubuh dari kanker payudara. Demikian pula khasiat lemak Omega 3 yang terdapat pada dianggap sebagai salah satu pencegah tumbuhnya sel kanker.

Tahu yang Menyehatkan. Kedelai kaya akan senyawa tumbuhan yang dikenal dengan nama fitoestrogen, senyawa pencegah kanker payudara. Hebatnya, saat konsumsi phytoestrogen meningkat, resiko kanker payudara pada wanita menurun secara nyata!

Hindari daging yang matang. Ahli yang mengamati kebiasaan makan para wanita, menemukan bahwa wanita yang Bering menyantap well-done steak (benar-benar matang) memiliki resiko 4 kali lebih besar. Belum ada penjelasan ilmiah mengenai kasus ini, tapi sudah banyak wanita yang menjadi korban daging matang.

Nikmatnya buah dan sayuran.Meningkatkan asupan buah-buahan dan sayuran ke dalam menu sehari-hari bisa menurunkan resiko kanker payudara. Pasalnya, makanan dari tumbuhan kaya akan nutrisi antioksidan mengikat radikal bebas - yang ditenggarai penyebab kanker.

Penuhi dengan serat. Wanita yang menggandakan kebutuhan serat dari 15 hingga 30 gram per hari, secara nyata mengalami penurunan kadar estrogen yang dapat menaikan resiko serangan kanker. Usahakan mengkonsumsi 30 gram serat per hari.

Deteksi Kanker Sejak Dini.
Para ilmuwan dari Universitas Glasgow, Kanada, telah berhasil mengembangkan teknik terbaru untuk deteksi dini kanker, yaitu dengan teknik endoskopik-flourosence. Teknik ini adalah dengan memberi minum penderita kanker larutan yang merupakan campuran fluor. Secara teori, larutan fluor itu akan diserap oleh sel-sel kanker. Dan ketika disinari ultra violet, maka jaringan kanker itu akan bercahaya, sehingga ketika dilihat dengan kamera endoskopi, sel-sel kanker ini bisa dilihat ‘ lebih jelas. Jaringan kanker yang teriihat bukan saja yang telah memasuki stadium 2 dan 3, yang baru ada gejala pun sudah dapat terdeteksi.

Teknik ini telah diujicobakan pada pasien-pasien kanker di Ninewalls Hospital di Dundee. Teknik ini mempermudah pengangkatan kanker pada stadium paling awal dan memudahkan pengobatan. Profesor Mike Pagdett, dari Universitas Glasgow, mengatakan teknik tersebut memiliki keuntungan-keuntungan dan bisa meningkatkan angka keselamatan lebih tinggi yang umum terjadi pada para penderita kanker usus besar dan esofagus. Dengan teknik endoskopik-flourosence ini memungkinkan para dokter mendeteksi kanker lebih cermat.

*source: Lisa Magazine on CyberWOMAN




Terbang dan Merendahlah…

Kembangkan sayapmu, kepakkan dan terbanglah…
singgahlah di singgasana sang surya
dan berkunjung di istana sang rembulan

Lihatlah dari atas sana
bumi yang penuh dengan sejuta kisah
berteman sinar terang sang surya
bermanjakan redup sinar rembulan
umat menggeliat, melata menjemput rizki dari-Nya

Terbang dan merendahlah…
bawalah angin surga yang menyejukkan kalbu
menyejukkan jiwa
yang terdegradasi pancaran pesona

—pesona yang mulai tertata—




Multi-Employer Worker

Mempunyai beberapa pekerjaan sekaligus ? Harus mengerjakan tugas yang menuntut keahlian profesi yang berbeda ? Banyak tugas rangkap sehingga harus lapor ke lebih dari satu atasan ? Mungkinkah ? Apa resikonya dan bagaimana menyikapinya jika kita menghadapi kondisi semacam ini ?

Mengapa Harus Punya ‘banyak’ Pekerjaan ?

Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana mungkin menjalani beberapa pekerjaan bila saat ini kita sudah sangat kelelahan dengan satu pekerjaan saja. Banyak orang akan berpikir dua kali untuk mengatakan ‘ya’ jika ditawari pekerjaan lain yang sama-sama menyita waktu. Jika menyatakan setuju, berarti perlu memberikan upaya ekstra untuk menuntaskan seluruh pekerjaan.

Namun jika diperhatikan, kondisi semacam ini semakin banyak dialami oleh karyawan, termasuk kita sendiri. Jenis pekerjaan yang beragam dengan deadline yang ketat, keterlibatan kita pada beberapa proyek kerja sekaligus, atau bahkan harus menjalankan beberapa tugas yang menuntut keahlian yang sebenarnya bukan profesi utama kita.

Tampaknya sekalipun lebih berat, banyak orang tetap mampu menangani berbagai jenis pekerjaan semacam ini, bahkan secara sengaja mencari kesempatan untuk mengerjakan hal-hal lain di luar rutinitasnya. Dengan terlibat dalam proyek lintas departemen misalnya, seseorang otomatis akan mempunyai tanggung jawab lebih besar. Beban kerjanya jelas bertambah, dan mungkin ia juga harus mempertanggungjawabkan hasil kerja kepada ‘atasan kedua ‘(dimana standar penilaiannya juga bisa berbeda), dan ia juga dituntut untuk belajar hal-hal baru. Sungguh hal yang tidak mudah, namun mengapa justru kondisi pekerjaan semacam ini menarik bagi sebagian orang ?

a. Memacu Motivasi Pribadi

Banyak orang merasa puas apabila berhasil menangani tugas yang lebih banyak dan lebih beragam, selama seimbang dengan pengakuan yang diberikan perusahaan atau atasannya. Kondisi yang rutin atau monoton bagi sebagian orang dianggap tidak menantang, dan akan menurunkan semangat kerja. Dengan keberhasilan yang diraih, motivasi seseorang juga akan semakin bertambah.

b. Menambah Kompetensi

Dengan bertambahnya ragam pekerjaan, otomatis mendorong karyawan untuk belajar lebih banyak hal baru, yang akan menambah pengetahuan atau ketrampilannya. Kompetensi terus terasah seiring dengan intensitas dan kompleksitas tugas yang diemban, dan hal ini merupakan salah satu alasan orang mencari ‘pengayaan’ dalam pekerjaan, atau lebih dikenal dengan ‘job enrichment’.

c. Menambah Jaringan Relasi

Keterlibatan dalam beberapa proyek atau tugas terkadang menuntut interaksi yang lebih luas daripada sekedar bekerja rutin. Perluasan relasi juga bisa menjadi alasan mengapa seseorang bekerja lebih keras, apalagi jika dari sini ia bisa mendapatkan pengakuan sosial yang lebih baik.

d. Memanfaatkan Kesempatan Selagi Bisa

‘Kesempatan tidak datang dua kali’ adalah ungkapan yang sering kita dengar. Tidak banyak orang ditawarkan kesempatan untuk mendapatkan variasi tugas, atau kesempatan untuk mendapat pengakuan yang lebih besar seiring dengan beban yang bertambah. Begitu ada tawaran, mengapa tidak dicoba saja ?

e. Kuntungan Finansial

Tidak semua penambahan beban kerja diiringi dengan peningkatan pendapatan, walau kadang kita bisa saja mendapatkan bonus atas keberhasilan yang diperoleh. Namun sejalan dengan bertambahnya keahlian dan pengalaman, setiap orang berharap bisa memperoleh penghargaan yang lebih tinggi di waktu mendatang. Walaupun tidak selalu mengutamakan materi, peningkatan pendapatan seringkali diharapkan oleh sebagian besar orang yang bekerja.

Tanpa memikirkan segi keuntungan dan kerugian memiliki beban kerja yang beragam, dewasa ini, istilah ‘multitasks’ memang sudah menjadi hal yang umum dibicarakan orang di lingkungan pekerjaan. Bahkan jarang sekali perusahaan memberdayakan karyawannya hanya untuk satu jenis tugas saja. Tidak heran jika proses seleksi atau rekrutmen karyawan kadang menjadi tampak rumit, karena karyawan tidak hanya dituntut untuk bisa tampil optimal di pekerjaan saat ini, namun juga potensial untuk dikembangkan ke tugas lain yang lebih kompleks nantinya. Tuntutan ini sejalan dengan harapan berkembangnya perusahaan di masa depan.

Sekalipun sudah umum diberlakukan di berbagai perusahaan, sistem kerja multitasks ini tetap perlu dicermati resiko atau konsekuensinya. Tidak semua orang siap dibebankan sistem kerja semacam ini, sehingga penting bagi kita untuk bisa mengantisipasinya agar seluruh pekerjaan tetap berhasil dengan baik.

Apa Saja Resiko Yang Mungkin Terjadi ?

a. Penilaian Tidak Jelas

Tidak adanya target dan standar penilaian yang jelas karena tugas yang beragam, apalagi jika peran kita tidak secara spesifik ditetapkan di awal, pada akhirnya hanya akan menimbulkan kelelahan dan ketidakpuasan. Pada dasarnya kita tetap butuh pengakuan dan penilaian yang jelas sesuai usaha yang kita keluarkan.

b. Sulit Menetapkan Prioritas

Makin banyak tugas, seringkali kita bingung menentukan mana yang harus didahulukan, karena semua pihak menuntut hasil yang cepat dan baik. Kita cenderung bekerja serabutan sesuai tuntutan yang datang, dan hasilnya pun cenderung tidak tuntas.

c. Koordinasi Tim Kerja Kurang Lancar

Dengan makin banyak koordinasi dengan pihak lain, komunikasi mutlak diperlukan. Perbedaan standar dan persepsi seringkali terjadi, baik antar anggota tim maupun dengan atasan dari masing-masing pekerjaan. Kemungkinan tugas menjadi ‘overlapping’ pun bisa terjadi. Tanpa komunikasi yang baik, akan sulit mendapatkan hasil yang maksimal dan akhirnya justru menimbulkan ketidakpuasan bagi masing-masing pihak.

d. Beban Kerja Tidak Realistis

Apabila kemampuan atau energi yang dimiliki tidak sebanding dengan beban yang diberikan, tentunya usaha untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan akan sangat besar. Jika beban kerja tidak realistis, pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas keseluruhan. Keberhasilan yang dicapai juga belum tentu akan bertahan lama karena setelah itu pasti akan ada lagi tuntutan yang lebih besar.

e. Stress Berlebihan

Setiap pekerjaan mempunyai target dan deadline, dan apabila tidak bisa ditangani dengan baik maka seseorang akan selalu kehabisan waktu dan tidak bisa merasakan kesenangan dari pekerjaannya. Perasaan cemas atau kekhawatiran yang berlebihan bisa menimbulkan stress, sehingga pada akhirnya pengayaan pekerjaan tersebut tidak lagi memberikan manfaat.

f. Kehabisan Waktu Untuk Pribadi

Masih terkait dengan soal waktu, tidak jarang orang menyalahkan pekerjaan sebagai hal yang menyita waktu pribadi mereka, akibat dari ketidakmampuan mengatur prioritas dan waktunya. Tidak adanya keseimbangan antara kehidupan kerja dengan pribadi tentunya akan memberikan dampak kurang baik untuk kehidupan jangka panjang seseorang.

Begitu banyak konsekuensi apabila kita tidak bisa menyikapi beban kerja yang beragam semacam itu. Sebetulnya, ada cara jitu agar hal-hal tersebut di atas tidak sampai terjadi.

Langkah-langkah Mengantisipasi Konsekuensi Negatif

a. Perjelas target & standar yg diharapkan

Untuk setiap tugas yang diberikan, pastikan kriteria keberhasilan atau standar yang diinginkan untuk mengetahui hasil kerja kita sudah sesuai atau belum. Dengan begitu, kita bisa memperkirakan strategi kerja dan menyesuaikan usaha (effort) untuk mencapainya nanti. Kita pun bisa mengevaluasi kinerja kita sendiri secara lebih spesifik. Selain itu, akan lebih mudah bagi kita untuk mengklarifikasi jika ada masalah atau situasi kerja yang tumpang tindih dengan pihak lain.

b. Tetapkan prioritas pekerjaan / profesi yang dijalani

Dengan target yang banyak, akan sulit memenuhi semuanya secara bersamaan atau dengan kualitas yang sama sempurnanya. Pastikan prioritas masing-masing tugas. Jika standar harapan atasan sudah jelas, kita juga bisa menentukan bobot kontribusi kita dan menegaskan seberapa besar komitmen kita terhadap setiap pekerjaan. Bertindaklah realistis. Meskipun kita ingin menguasai banyak hal, dianjurkan untuk tetap memiliki fokus utama kerja daripada mengambil seluruh tanggung jawab secara sama besarnya.

c. Komunikasikan kesanggupan kepada atasan atau tim kerja

Untuk setiap target kerja, bicarakan kesanggupan kita secara terbuka kepada si pemberi tugas, atasan atau rekan satu tim. Jika dirasa tidak realistis, negosiasikan deadline atau standar kualitas yang diminta, agar kualitas kerja keseluruhan tetap terjaga. Jangan takut terlihat tidak mampu, karena yang bisa mengukur kemampuan kita adalah kita sendiri.

d. Buat target-target & jadual kerja jangka pendek
Selalu merasa kehabisan waktu ? Mungkin kita belum mengelola waktu dengan tepat. Buatlah target-target jangka pendek, dimana dari sini kita bisa menghitung beban harian, juga mengetahui realistis tidaknya suatu pekerjaan. Selain itu kita bisa mengantisipasi masalah yang mungkin muncul.

e. Alokasikan beban kerja tertentu kepada orang lain
Jangan ragu mendelegasikan tugas yang kita tidak sanggup selesaikan sendiri, atau minimal berkoordinasi agar pekerjaan bisa selesai lebih efisien. Sedapat mungkin delegasikan tugas yang bisa memberikan manfaat atau nilai tambah bagi orang lain, dengan tetap memperhitungkan kapasitas orang tersebut. Akan lebih baik jika hal ini sudah kita antisipasi lebih awal pada saat membuat perencanaan, agar tidak membebani orang lain di tengah proses kerjanya.

f. Gunakan waktu seoptimal mungkin
Walaupun sudah membuat rencana dan skala prioritas secara mendetil, kedisiplinan tetap menjadi faktor terpenting untuk menuntaskan suatu pekerjaan. Hindari menunda pengerjaan tugas, dan berusaha lebih cepat bertindak. Dengan makin beragamnya beban kerja, kita harus makin pandai menjaga atau meningkatkan motivasi kerja.

g. Koordinasi intensif dengan rekan kerja
Komunikasi juga penting untuk menghindari situasi overlapping dalam menjalankan tugas yang bermacam-macam. Selain ditegaskan dalam komitmen di awal, koordinasi dan proses monitoring harus tetap berjalan agar tidak terjadi saling menyalahkan, karena bisa berakibat pekerjaan tidak terselesaikan pada waktunya. Selain itu, kondisi ini bisa berdampak pada iklim kerja kelompok.

h. Minta feedback dari atasan & rekan kerja
Setelah kita berusaha menyelesaikan satu pekerjaan, mintalah masukan atau penilaian dari atasan atau rekan kerja terkait. Hal ini penting untuk mengetahui apakah kita sudah mendapat manfaat dari tugas-tugas tersebut, ? Apakah ada kemajuan dalam hal kinerja atau kompetensi diri ? Apakah yang masih harus kita perbaiki ? Intinya, selain untuk mendapatkan pengakuan, kita bisa menilai proses belajar selama ini dan mencermatinya sebagai antisipasi di waktu mendatang.

Perlu Berpikir dan Bertindak Secara Bijak

Seberapapun beban kerja yang kita miliki, kita harus bisa mengenali ambisi kita, kemampuan dan kondisi yang menghambat maupun menunjang, sehingga pada akhirnya segala upaya yang kita lakukan bisa berhasil optimal. Ambisi yang besar harus diimbangi dengan kesadaran bahwa kita memang sanggup menjalankannya. Kesadaran di sini tentunya dengan memperhitungkan kemampuan kita sendiri, motivasi, faktor lingkungan, serta segala konsekuensi yang mungkin terjadi (baik positif maupun negatif).

Setelah memiliki sasaran yang sudah diperhitungkan secara realistis, barulah kita mengatur langkah pencapaiannya dengan program yang jelas. Setiap usaha yang kita canangkan seharusnya sudah diantisipasi dengan baik, sehingga bisa meminimalkan hambatan dan memudahkan kita tampil seoptimal mungkin.

Yang tidak kalah penting, menjaga motivasi yang penuh untuk mewujdukan setiap sasaran yang ada. Terkadang semangat kita muncul di awal namun mengendur di tengah tugas, terlebih jika situasi semakin sulit. Tetaplah berpikir secara tenang dan rasional, kembalikan kepada sasaran semula mengapa kita mau menjalankan semua ini. Evaluasi diri perlu dilakukan sejalan dengan proses kerja, dan bukan hanya di akhir. Dengan demikian kita akan tetap terbuka dan siap menghadapi kesulitan yang lebih besar.

by: Ninik Wulandari, EXPERD Consultant
Wednesday, January 05, 2005




Sebuah Keheningan tak Selamanya Hening

Heninglah,
Jika seseorang mengatakan tiada percakapan
Yang mungkin
Tanpa kata dan suara,
Jangan dengarkan dia. Itu tidak benar.

Heninglah,
Tanpa roti dari Tuhan
Dan anggur peleburan, kata-kata dan
Aksara itu seperti dua atau sebaik-baiknya tiga
Cangkir kosong.

Heninglah,
Katakan maksudnya tanpa huruf-huruf
Jika engkau bisa.
Ungkapkan tanpa kata-kata, maka hati
Dapat mengambil alih percakapan itu.

Seluruh kehidupan yang telah saling kita
Telusuri
Dalam satu wajah satu sama lain.
Itulah pula yang terjadi hari ini.
Bagaimana kita merahasiakan cinta kita?
Kita bercakap dari kening ke kening
Dan mendengar dengan mata kita

source: Jalaludin Rumi-Menatap Sang Kekasih




Mengelola Waktu, Meningkatkan Produktivitas

Kelimpungan membagi waktu dalam pekerjaan?
Beberapa hasil pekerjaan menjadi tidak memuaskan karena konsentrasi terbagi pada beberapa tugas lain?
Merasa lelah dan tidak berdaya karena tidak bisa menolak tugas?
Kehilangan dokumen penting saat sangat dibutuhkannya?

Bila satu jawaban dari pertanyaan di atas adalah “Ya” ada tips yang harus dikuasai dalam mengelola waktu.

Sering sekali kita merasa kewalahan oleh pembagian waktu. Merasa tidak berdaya karena waktu begitu terbatas sedangkan tugas begitu banyak sehingga kita merasa menjadi korban dari sempitnya waktu. Siapakah sebetulnya yang memegang kendali atas waktu? Betul kita tidak dapat membuat waktu menjadi berhenti, memperlambat atau mempercepat waktu. Kabar baiknya, kesibukan kita adalah pilihan kita. Pilihan kita adalah:

· apa yang mau kita kerjakan sekarang
· apa yang mau kita kerjakan nanti
· siapa yang dapat kita delegasikan
· apa yang dapat kita abaikan

Mengelola waktu sangat berhubungan dengan persepsi kita terhadap tentang waktu. Bila Anda merasa waktu berada di tangan Anda untuk dikendalikan, maka jawaban atasu pilihan-pilihan ini menjadi jelas. Perlu kejujuran untuk menjawab pilihan tersebut. Untuk membantu kita menjadi jujur dalam membuat prioritas maka periksa dengan teliti satiap aktivitas yang tertulis pada agenda Anda. Apakah aktivitas tersebut pantas menjadi prioritas atau dapat dilakukan nanti, dapat didelegasikan atau bahkan perlu diabaikan.

Alat periksa suatu aktivitas sebelum menjadi prioritas adalah:
- Aktivitas tersebut membantu mencapai tujuan sesuai visi hidup Anda,
- Aktivitas itu membantu meraih sukses pribadi dan organisasi
- Aktivitas itu memperkaya hidup
- Aktivitas itu akan sangat disesali kalau tidak dicapai

Setelah memeriksa setiap aktivitas, tentukan waktu yang paling optimal bagi kita. Kita -manusia di dunia ini- terbagi dua, antara manusia pagi (morning person) dan manusia malam (late person). Bila kita ingat-ingat, ada jam-jam kita berpikir dengan prima. Mengingat, menghitung, menganalisa dengan baik. Bisa pagi hari atau sore, bahkan malam bagi sebagian orang. Kenali kebiasaan kita selama ini. Jika waktu prima itu di pagi hari, siapkan meeting penting di pagi hari, dan gunakan waktu menyelesaikan tugas-tugas rutin di sore hari.

Setelah mendapatkan daftar aktivitas setiap hari dan memisahkan aktivitas yang menjadi prioritas Anda, kenali beberapa gangguan yang mengurangi waktu Anda saat melakukan aktivitas yang menjadi prioritas. Hal itu dapat berupa mencari benda-benda kecil seperti staples, klip kertas, nomor telpon rekan bisnis atau klien. Atasi keadaan ini dengan meluangkan waktu merapikan dokumen dan meja kerja Anda. Lakukan pemisahan antara file aktif dan file yang ‘kalau-kalau perlu’. Buat catatan nomor telpon penting di tempat yang mudah diakses, simpan semua benda pada tempatnya, kembalikan semua benda pada tempatnya segera setelah menggunakannya dan singkirkan semua benda yang belum perlu untuk pekerjaan saat ini.

Intinya, mengelola waktu berkaitan langsung dengan mengelola diri sendiri, mengelola tugas dan mengelola orang lain. Ketika waktu sudah dapat kita kelola dengan baik, kita menjadi efisien dan produktif.

Tips Praktis Mengelola Waktu
Setiap malam luangkan waktu lima menit untuk melihat aktivitas Anda esok hari. Periksa prioritas yang penting, tidak penting, dan sebagainya. Buat secara detil dan spesifik ‘apa’ yang akan Anda lakukan dan apa ukurannya. Misalnya, Membuat 3 halaman report bulanan, menelepon 5 klien untuk mengetahui progress proyek, dan bertemu dengan calon investor dari jam 3 sampai jam 5.

by: Rima Olivia, EXPERD Consultant
Wednesday, December 08, 2004




Tips Praktis Merawat Kemampuan Kreativitas Otak

Sulit mengeluarkan ide segar saat meeting?
Sukar mencari cara terefisien melakukan pekerjaan Anda?
Tidak mampu melihat cara lain dari penyelesaian masalah praktis?

Keadaan di atas boleh jadi merupakan tanda-tanda benak Anda membutuhkan ‘makanan baru’. Rutinitas pekerjaan, tekanan produksi dan tenggat waktu yang ketat seringkali membuat kita melupakan kesempatan me-recharge baterai alami sekaligus prosesor komputer tercanggih yang kita miliki: Otak.

Kebiasaan beraktivitas, pola makan dan teman-teman gaul Anda, perlu diperiksa lagi agar kecanggihan mesin ajaib di tubuh kita ini dalam keadaan terawat. Kebiasaan lama ibarat jalan tol sepanjang 100 km menuju lokasi tujuan yang dilalui oleh ribuan kendaraan. Namun, aktivitas baru dapat dianalogikan dengan jalan setapak sangat mungkin berjarak 50 km ke lokasi yang Anda tuju. Jadi mendengar musik yang itu-itu saja dan membaca surat kabar yang sama setiap hari membuat Anda merasa jalan tol ini adalah rute paling ‘dekat’ menuju tujuan Anda.

Berikut ini beberapa tips yang dapat membuat Anda lebih cepat membangun dan menemukan ‘jalan setapak’ baru yang lebih singkat:

Baca majalah/ surat kabar / buku dengan topik yang belum pernah Anda kenali sebelumnya. Informasi yang sama sekali baru, adalah bahan bakar dari proses kreatif Anda.

Ikuti kelas-kelas keterampilan baru, seperti: kursus fotografi, keterampilan menulis kreatif, kursus mematung, kursus menggambar atau kursus menari India. Aktivitas motorik yang sama sekali baru dapat memberi perspektif baru dalam kegiatan sehari-hari yang Anda jalani.

Hasilkan sesuatu: artikel, tulisan, gambar, sketsa dan lukisan. Anda dapat juga membuat coretan berupa simbol-simbol dari alur pekerjaan Anda. Coretan berupa simbol dapat membantu Anda berpikir secara simbolis dan visual. Bila Anda terbiasa berpikir dengan kata-kata, berpikir dengan gambar, akan memudahkan lahirnya ide baru. Perasaan produktif juga dapat memacu Anda untuk menghasilkan hal lain lagi.

Lakukan Olahraga ritmis dan bersifat aerobik secara teratur. Berenang, jogging dan jalan cepat bermanfaat jika kita sedang tersendat saat berpikir suatu masalah. Aktivitas repetitif semacam ini memudahkan kegiatan berpikir di bawah sadar ‘meloncat’ keluar.

Nikmati musik. Dengarkan lagu-lagu dari jenis musik yang berbeda dari yang biasa Anda dengar. Ingin melakukan aktivitas mental yang lebih rumit? Belajar untuk memainkan instrumen musik baru.

Memasak. Ini serius! Mengolah makanan yang mentah menjadi sajian yang matang dan menggoda dengan seluruh proses prosedur memasak melibatkan seluruh otak Anda. Jika ingin sekalian menikmatinya, jangan lupakan kerang, ikan laut. Makanan berprotein tinggi, adalah amunisi andalan bagi otak Anda.

Bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru. Membangun hubungan dengan orang baru menambah persepsi baru tentang hidup dan kehidupan. Pelajari cara orang lain memandang masalah dan menyelesaikannya.

Lalui rute baru di perjalanan Anda. Secara aktif mencari jalur alternatif baru selain menambah peluang menghidari kemacetan juga dapat melatih kemampuan keruangan dan daya ingat.

Jadi jangan biarkan sel-sel otak Anda diam sehingga lama-kelamaan menyusut. Rawat dan kembangkan kemampuan Anda agar benda ajaib ini dapat berproduksi optimal.

by: Rima Olivia, EXPERD Consultant
Friday, April 15, 2005




Cerdas adalah Pandai Mengevaluasi Diri dan Bekerja Demi Akhirat

On the authority of Abu Ya`la Shaddad bin Aus (may Allah be pleased with him) who narrated that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said, “A wise man is the one who calls himself to account (and refrains from doing evil deeds) and does noble deeds to benefit him after death; and the foolish person is the one who subdues himself to his temptations and desires and seeks from Allah the fulfillment of his vain desires.” (Reported by al– Tirmidhi)

Dari Abi Ya’la Syaddad ibnu Aus ra. dari Nabi SAW bersabda, “Orang yang cerdas itu adalah yang mengevaluasi dirinya dan beramal untuk persiapan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah akal adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan banyak berangan-angan kepada Allah.” (HR Tirmizy)

Fawaid

1. Mengevaluasi diri serta melakukan koreksi terhadap diri sendiri merupakan ciri seorang yang menggunakan akalnya dan cerdas.

2. Sebaliknya, orang yang terbawa nafsu dan gelora semata, tanpa pernah mampu membuat perhitungan-perhitungan disebut sebagai orang yang pendek akalnya.

3. Demikian juga dengan orang yang dalam setiap pertimbangannya tidak pernah menyertakan faktor hidup setelah mati (akhirat), disebut sebagai orang yang kurang cerdas

*source: eramuslim




Jangan biarkan aku terpesona dan jatuh cinta kepadamu

Tampil menarik adalah suatu hal yang lumrah. Setiap manusia pasti ingin terlihat menarik, entah itu dengan gaya kalem, lembut, aktif, cuek, dewasa, ataupun kekanak-kanakan. Apapun itu pasti terbersit sekilas rasa untuk ‘tampil’ (show up me). Hal itu adalah lumrah, wajar, dan manusiawi sekali. Potensi tebar pesona itu ada di diri manusia, namun kadarnya berbeda satu sama lain. Ada yang rendah, mampu mengendalikan sampai yang terbuai akan pesonanya sendiri. Bahkan, tampil ‘apa adanya’ itu pun adalah salah satu strategi/jurus dalam menebar pesona. Ya… pesona ‘apa adanya’. Ketegasan pun kadangkala (atau mungkin sering) adalah salah satu pesona yg jikalau tidak berhati-hati bisa membuat kita belok dari tujuan awal yang akan membuat kita ‘ketetagihan’ untuk tampil tegas, tujuannya apa? Adalah supaya dihargai atau mungkin hanya sekedar utk menunjukkan ‘ini lho gaya khas saya’. Dengan demikian kita secara tidak sadar telah menebar pesona. (Secara tak sadar juga, kalau dicermati, sang TS lagi tebar pesona neh :D ).

Jagalah pesonamu, biarkan sang pesona terpancar dengan sendirinya dan natural. Tatkala kamu sadar bahwa ada seseorang atau mungkin beberapa orang lawan jenis yang ‘terpesona’ dengan pesonamu, maka hentikanlah. Jangan biarkan dia atau mereka terpesona jika kamu tak mampu menolongnya tatkala dia jatuh dalam palung cintamu.

7 Desember ’05, 07.04 a.m.
Sebuah renungan di antara serpihan pesona yang terserak dan teraniaya