Tausiyah ^^
“Hati-hatilah bila bercerita tentang kebaikan diri, cenderung dilebih-lebihkan, karena ingin dihargai dan diperlakukan sebagai orang baik. Ketahuilah yang terjadi adalah sebaliknya, tak mulia dan riya.” (Aa Gym)
“Hati-hatilah bila bercerita tentang kebaikan diri, cenderung dilebih-lebihkan, karena ingin dihargai dan diperlakukan sebagai orang baik. Ketahuilah yang terjadi adalah sebaliknya, tak mulia dan riya.” (Aa Gym)
Dalam agama Islam ada hal-hal yang dapat membatalkan keislaman seseorang apabila ia mengerjakannya. Ia juga berarti melakukan perbuatas syirik yang menghilangkan pahala amal dan akan kekal di Neraka. Allah tidak akan mengampuni dosanya kecuali ia bertaubat. Hal-hal tersebut adalah:
1. Berdo’a dan meminta kepada selain Allah, seperti kepaada para nabi dan wali-wali yan sudah wafat, atau kepada makhluk hidup yang ghaib.Firman Allah:
“Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) dapat memberi madharat kepadmu, sebab jika kamu berbuat ( yang demikian) itu maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim (musyrik). (yunus : 106)
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa mati dalam keadaan menyembah seorang sekutu, selain Allah, niscaya masuk neraka. ” (HR Al-Bukhari)
2. Merasa kesal hati dengan tauhid dan enggan berdo’a kepada Allah serta meminta pertolongan kepada par rasul atau wali-wali yang sudah wafat, atau kepada makhluk hidup yang ghaib. Firman Allah tentang kaum Musyrikin:
“Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati-hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan Akhirat, dan apabila nama sembahan-sembahan selain yang disebut, tiba-tiba mereka bergairah hati.” (Az-Zumar:45)
Ayar ini juga berlaku terhadap mereka yang memusuhi orang yang hanya meminta tolong kepada Allah saja, yang mereka sebut” Wahabi”, jika mereka mengetahui bahwa wahabi itu justru mengajak kepada tauhid.
3, Menyembelih binatang untuk atau karena seorang rasul atau wali. Berdasarkan firman Allah:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah (binatang). ” (Al-Kautsar:2)
4. Bernadzar untuk makhluk sebagai pendekatan dan penghambaan kepadanya. Padahal semestinya hanya untuk Allah saja. Firman Allah:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Ali ‘Imran: 35)
5. Melakukan thawaf di sekeliling kuburan denga niat ibadah. Karena thawaf hanya dilakukan di sekeliling Ka’bah, berdasarkan firman Allah:
“………… dan hendalah mereka berthawaf di sekeliling rumah yang tua itu (baitullah).” (Al-Hajj:29)
6. Tawakkal dan berserah diri kepada selain Allah. FirmanNya:
“………maka bertawakkallah kepadaNya saja jika kami benar-benar orang yang berserah diri.” (Yunus:84)
7. Ruku’ atau sujud dengan niat mengagungkan raja atau para pemimpin, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, kecuali yang melakukan hal itu bodoh (tidak tahu). Karena ruku’ dan sujud adalah ibadah untuk Allah saja.
8. Mengingkari salahh satu rukun Islam, seperti shalat, zakat, puasa dan haji, Atau mengingkari salah satu rukun iman, yaitu iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab para rasul,hari akhir dan imankepada taqdir yang baik dan yang buruk. Atau mengingkari hal-hal lain yang sudah jelas dalam agama.
9. Membenci Islam atau sebagian dari ajaran Islam yang sudah merupakan ijma’ para ulama, baik yang menyangkut masalah ibadah, mu’amalah, ekonomi atau akhlak. Firman Allah.
” Yang demikian itu adalah karena sebenarnya mereka benci kepada apa yang di turunkan Allah (al_Quran),lalu Allah menghapuskan pahala amal-amal mereka (Muhammad : 9).
10. Berolok-olok dengan ayat Al-Quran , hadist shahih atau salah satu hukum Islam yang telah disepakati. Firman Allah:
“………. katakanlah: apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan rasulNya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman……..”
(At_Taubah: 65:66)
11. Mengingkari Al-Quran, meskipun sedikit saja, atau hadist shahih. Ini dapat menyebabkan riddah (keluar) dari Islam apabila dilakukan dengan sadar dan sengaja.
12. Mencela Allah, menghujat Islam, menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau memperolok keadaan beliau atau mengeritik ajaran yang dibawanya. Itu sesudah menyebabkan kafir.
13. Mengingkari salah satu asma’ sifat atau af’al (perbuataan ) Allah yang telah di tetapkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih, apabila dilakukan bukan karena tidak tahu atau karena ta’wil.
14. Tidak mengimani seluruh rasul yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan petunjuk kepada manusia, atau mengurangi jumlah mereka. Firman Allah:
“………… Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun(dengn yang lain) dari rasul-rasulNya…..’(Al-Baqarah:285).
15. Memutuskan perkara dengan selain hukum Allah dengan menyakini bahwa hukum Islam tidak sesuai untuk di terapkan. atau membolehkan berhukum dengan selain hukum Islam. Firman Allah:
“…….. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah:44)
16.Menjadikan selain Islam sebagai hakim( pemutus perkara), tidak rela atau menolak hukum Islam, atau merasa keberataan denga hukum Islam. Firman Allah:
“Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman sehingga menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan keberataan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhi hati .” (An-Nissa’:65)
17. Memberikan hak membuat undang-undang dan hukum kepada selain Allah. Seperti sistem kediktatoran atau sistem lain yang membolehkan untuk menentukan hukum yang bertentangan dengan hukum Allah. Firman Allah:
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan agama yang tidak di izinkan Allah untuk mereka………” (Asy-Syuura:21)
18. Mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah atau menghalalkan sesuatu yang diharamkanNya. Seperti menghalalkan zina atau riba bukan karena ta’wil. Firman Allah :
“…….Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba..” (Al-Baqarah:275)
“Untuk bertakwa manusia dihadapkan kepada lima pilihan. Siapa yang tepat pilihannya, maka ia akan memperoleh takwa. Apa saja kelima pilihan itu ? Simak hikmah berikut ini :”
1. Orang bertakwa akan memilih beban berat daripada bersenang-senang.
2. Orang bertakwa akan memilih berjuang daripada berfoya-foya.
3. Orang bertakwa lebih memilih merendah daripada merasa mulia.
4. Orang bertakwa lebih memilih kesederhanaan daripada berlebihan.
5. Orang bertakwa lebih memilih bekal untuk mati daripada bekal untuk hidup.
Oleh : Ibnu Hajar al ‘Asqalani
“Tak hanya orang dzhalim atau durhaka saja yang dihinggapi perasaan cemas. Orang mukminpun bisa. Apa yang bisa membuat seorang mukmin merasa cemas ? Simak petuah Sayyidina Utsman bin Affan r.a. berikut ini :”
Orang mukmin bisa merasa cemas karena enam hal. Yaitu :
1. Cemas (takut kepada Allah), khawatir jikalau sewaktu-waktu Allah mencabut kenikmatan iman.
2. Cemas akan malaikat hafadhah (pencatat), takut mereka mencantumkan amal yang dapat mempermalukan diri pada hari kiamat.
3. Cemas akan setan, takut seandainya ulah mereka menjadi sebab terhapusnya segala amal kebaikan diri.
4. Cemas akan malaikat maut, takut tiba-tiba nyawa dicabut, sedang diri tengah lengah atau lupa.
5. Cemas akan gemerlap dunia, takut diri terbujuk, terpukau, sehingga lupa kehidupan akhirat.
6. Cemas akan keluarga, takut terlalu disibukkan oleh mereka, sehingga lupa dari mengingat Allah ‘azza wa jalla.(aea)
*Dikutip dari kitab Nasha-ihul ‘Ibad (Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-’Asqalani)
1. Muhasabatun Nafsi (Introspeksi Diri)
2. Zuhud dalam urusan dunia
3. Memperhatikan amalan hati
4. Jujur dalam persaudaraan
5. Mencari ridha Allah
6. Dzikir kepada Allah
7. Bergantungnya hati kepada Allah
8. Melaksanakan dakwah kepada Allah
9. Mengosongkan diri dari selain Allah
10. Menegakkan Hakikat sholat
11. Mengagungkan Allah
12. Menuju perkampungan orang-orang yang bertakwa
13. Merenungkan Al-Quran yang mulia
14. Ridha terhadap putusan takdir
15. Kemenangan atas para musuh
16. Menghargai waktu
17. Kecukupan yang diberikan oleh Allah untuk hamba-Nya
18. Kecintaan Allah kepada hamba-Nya
19. Ilmu yang bermanfaat
20. Bersyukur
assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
sebelumnya hnim minta maaf atas keterlambatan respon utk iklan challenge yg hnim buat. Ini semua karena hnim sempat lupa username dan password account ini ^^
Challenge tsb tentu benar, itu benar2 ada. Sebuah kelompok penulisan yg concern di dunia anak, didirikan oleh Bp. Budi Pangestu di Surabaya. Dan kebetulan hnim disini dpt amanah utk bersama rekan2 yg lain me-manage kelompok tsb.
Apabila tmn2 yg berminat lokasinya berada di Surabaya, akan lebih baik lagi, krn bs dtg di training2 dan pertemuan2 anggota. Dan untuk yang luar kota, Insya Allah juga bisa, silahkan hasil karya yang ada bisa dikirimkan ke email saya di smiling_girl33@yahoo.com
Oh ya, dlm kelompok lebah ini kita berkarya dengan target, dalam 6 bulan setiap anggota wajib menghasilkan sebuah buku ^^ Nanti ada rekan yg membantu memantau dan apabila ada semangat nulis yg kondor bisa disemangati ^^
Insya Allah itu aja sekian dr sy, klw ada yg blum jelas bisa ditanyakan via blog ini, email atau YM di smiling_girl33
syukron wa afwan
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh