Sederhanakan Ucapan, Perbanyak Amal

Everywhere...Around The World!

Pengakuan & pesan para ikhwan untuk para akhwat

akhwat
1. kami sulit menahan pandangan mata ketika
sedang melihat kalian para akhwat, apalagi jika
kalian diamanahkan Allah kecantikan dan postur
tubuh yang ideal, kami semakin susah untuk
menolak agar tidak melihat kalian, karena itu Keep On Reading…




Allah Ghayatuna

Seseorang yang mengenal Allah dan bertauhid kepada Allah tentu dia akan menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya (Allah Ghayatuna).
Allah
Dalam buku Al Insan Al Qurani, Wahiduddin Khan menyebutkan tiga hal yang dapat mengukur tujuan seseorang:
1.Pusat perhatian
Yakni orang yang mempunyai suatu tujuan, tentu akan mengkonsentrasikan dan memusatkan pikiran pada tujuannya. Apabila tujuan manusia adalah ridha Allah, maka yang selalu dipikirkan adalah bagaimana mendapatkan keridhaan-Nya. Ketika mendapat nikmat, ia berpikir apakah nikmat ini dapat digunakan untuk mencari ridha-Nya? Ketika mendapat musibah, ia berpikir apakah musibah ini dapt digunakan untuk beribadah kepada-Nya? Keridhaan Allah selalu menjadi pengisi pikiran, bahan pembicaraan, tolak ukur keberhasilan, dan pemicu seluruh tindakan.

2.Amal yang sesuai
Yakni orang yang mempunyai tujuan tertentu pasti beramal dan berkativitas sejalan dengan tujuannya. Misalnya, orang yang ingin menjadi dokter pasti belajar di fakultas kedokteran, tidak di fakultas teknik.
Orang yang bertujuan menggapai ridha Allah pasti melakukan hal-hal yang diridhai-Nya. Bila ada orang yang tujuannya menggapai ridha-Nya, tetapi yang dilakukan sehari-hari membuat Allah murka, maka ini sangat paradoks.

3.Semangat
Yakni orang yang mempunyai tujuan tertentu pasti bersemangat melakukan hal-hal yang mengantar pada tujuannya. Jika tidak, maka tujuannya sangat lemah dan belum menjadi cita-cita tertinggi. Orang ini akan melakukan amal yang mengantar pada tujuan dengan malas dan tanpa gairah. Allah menggambarkan sikap kaum munafiq saat melakukan shalat,

142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366].

[364] Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani Para mukmin. dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.
[365] Riya Ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
[366] Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, Yaitu bila mereka berada di hadapan orang. {QS An Nisaa: 142}




Berapa Banyak Harus Minum Setiap Harinya?

water Sekitar 60% komponen utama dalam tubuh adalah air. Semua sistem di dalam tubuh memerlukan air untuk membilas racun dari organ vital, mengangkut nutrisi ke sel tubuh, dan memberikan kelembapan pada kulit dan organ tubuh. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal.

Setiap saat sebenarnya kita bisa kehilangan air melalui pernafasan, keringat, urin, dan juga proses dalam usus. Agar tubuh berfungsi normal, maka air yang hilang harus digantikan dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung air. Rerata pengeluaran urin orang dewasa adalah 1.5 liter/hari, sedangkan makanan biasanya menyumbang 20% air dari jumlah total yang diperlukan. Jadi bila kita mengonsumsi 2 liter air atau minuman lainnya dalam sehari (sekitar 8 gelas), maka cairan yang hilang dapat tergantikan.

Banyaknya air yang dibutuhkan oleh tubuh dapat tergantung dari aktifitas harian, keadaan cuaca, kesehatan, dan kondisi hamil atau menyusui.

Olah raga. Semakin banyak berolahraga, maka akan semakin banyak air yang dibutuhkan oleh tubuh. Jumlah cairan tambahan yang dibutuhkan oleh tubuh tergantung dari banyaknya keringat selama berolahraga, biasanya tambahan air 2-3 gelas/jam sudah cukup. Disarankan untuk menggantikan konsumsi air dengan cairan elektrolit sehingga elektrolit tubuh (natrium) yang hilang bersama dengan keringat dapat tergantikan.

Lingkungan. Udara yang panas dan lembab dapat membuat tubuh berkeringat sehingga membutuhkan tambahan air. Udara dalam ruangan yang panas dapat membuat kulit kehilangan kelembapannya. Selain itu, lingkungan dengan ketinggian lebih dari 2500 meter juga dapat meningkatkan urinasi dan bernafas menjadi lebih cepat sehingga akan lebih banyak cairan yang terbuang.

Kondisi kesehatan. Kondisi demam, muntah, dan diare diketahui dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Bila kondisi itu terjadi, maka kita harus minum air lebih banyak. Infeksi kandung kemih dan adanya batu di saluran kemih juga membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak. Kondisi lainnya seperti kelainan jantung dan penyakit ginjal atau hati juga dapat mengganggu ekskresi air sehingga asupan air perlu dibatasi.

Kondisi hamil dan menyusui. Wanita hamil atau menyusui membutuhkan cairan untuk tetap terhidrasi karena sejumlah besar cairan akan hilang pada saat menyusui. Pada wanita hamil direkomendasikan untuk minum 2.4 liter (10 gelas) air, sedangkan wanita menyusui disarankan untuk minum 3 liter (12.5 gelas) air setiap hari.

Kurangnya konsumsi air yang dibutuhkan tubuh dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, yang dapat menurunkan energi dan membuat tubuh menjadi cepat lelah. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan dehidrasi adalah aktifitas yang terlalu banyak, keringat yang berlebihan, muntah, dan diare.




Mengingat Mati

“Apabila seseorang dari kamu selesai dari tasyahud akhir, maka hendaklah berlindung kepada Allah dari empat hal: siksa Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan Masih Dajjal,” HR Muslim dari Abu Hurairah ra.

Diceritakan dari Ibnu Hajar bahwa serombongan orang dari kalangan Tabi’in bertamu ke rumah Abu Sinan. Baru sebentar mereka di rumah itu, Abu Sinan mengajak mereka berziarah ke rumah tetangganya untuk mengucapkan belasungkawa atas kematian saudaranya. Sesampai di sana, mereka mendapati saudara si mayat menangis. Para tamu telah berusaha menghibur dan membujuknya agar tidak menangis, tapi tidak berhasil meredakan tangisannya.

Mereka berkata, “Apakah kamu tidak tahu bahwa kematian mesti dijalani setiap orang?”

“Aku mengerti. Aku sedih karena memikirkan siksa yang telah menimpa saudaraku!” jawabnya.

Mereka bertanya dengan heran, “Apakah engkau mengetahui perkara yang ghaib?”

Ia menjawab, “Tidak. Tetapi, setelah meratakan tanah di atas kuburannya dan para pengantar pulang, aku masih duduk di atas kuburnya. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam kubur, ‘Ah… ah… mereka tinggalkan aku seorang diri menanggung siksa. Padahal aku mengerjakan puasa dan shalat,’ Jeritan itu betul-betul membuatku kasihan.Aku berupaya menggali kuburnya, akrena ingin tahu apa yang sudah terjadi di dalamnya. Ternyata, kuburan itu telah penuh dengan api dan di leher si mayat ada rantai dari api. Karena kasihan kepada saudaraku, aku mengulurkan tangan untuk melepaskan rantai itu dari lehernya. Ternyata sebelum sampai di lehernya, tanganku telah terbakar”.

Lantas, ia menunjukkan tangannyya yang masih hitam dan kulitnya terkelupas kepada para tamu.

Dia meneruskan ceritanya, “Aku terus menimbun kubur itu seperti semula dan pulang dengan segera.Maka bagaimana kami tidak akan menangis melihat keadaan saudaraku seperti itu?”

Para tamu bertanya, “Apa kebiasaan saudaramu ketika di dunia?”

Ia menjawab, “Dia tidak mengeluarkan zakat hartanya!”

Mendengar jawaban ini, teman-teman Abu Sinan berkata, “Mahabenar Allah yang telah berfirman, yang artinya;
180. “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.




Minuman Soda Sebabkan Kegemukan

Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bersoda dan junk food memiliki risiko yang cukup besar untuk mengalami kegemukan. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang pernah diterbitkan dalam Journal The Lancet.

Penelitian itu melibatkan 548 anak-anak yang berusia sekitar 11 tahun. Para peneliti mengawasi anak-anak yang mengonsumsi minuman bergula seperti soda, teh manis, dan minuman buah-buahan, serta tercatat adanya perubahan pada Body Mass Index (BMI) sebagai ukuran kegemukan badan mereka.

Hubungan antara kegemukan dengan minuman bersoda memang ada, bahkan saat anak-anak tersebut melakukan aktivitas fisik. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendukung penelitian tersebut. Kegemukan pada anak-anak sebenarnya melibatkan banyak faktor, tidak hanya konsumsi minuman soda saja, namun juga masalah gizi.

Diketahui bahwa 57 % anak-anak lebih memilih minuman soda dibandingkan minuman sehat seperti susu, air dan juice alami. Hal itu mendukung penelitian yang menunjukkan bahwa anak perempuan yang minum banyak soda akan kekurangan kalsium dan berdampak pada terjadinya osteoporosis di masa tua.

Sumber : Journal The Lancet