Bila ku rindukan saat itu…

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. {QS An Nur: 30-31}
1. Membina diri tiada henti
Ada lima dimensi manusia yang perl dibina terus menerus untuk menuju format insan kamil (manusia sempurna);
- Dimensi Ruhiyah (spiritual)
Shalat tahajjud, membaca Al Quran dengan maknanya sebelum shubuh, membasahi lisan dengan dzikrullah, bersahabat dengan orang-orang yang shalih/shalihah, menjaga lidah, mata dan telinga untuk pembicaraan yang baik, bersedekah untuk dhuafa.
- Dimensi ‘Aqliyah
Memperluas wawasan, salah satunya dengan membaca bacaan yang bergizi; AL Quran, kitab-kitab hadist, tafsir Al Quran, Sirah Nabi dan para sahabat, dll.
- Dimensi Syu’uriyah
Senantiasa membantu meringankan beban orang lain, medengarkan keluh kesah orang lain dan berusaha membantu menyelesaikan.
- Dimensi Jasadiyah
Shaum sunnah senin – kamis, olah raga teratur, minum vitamin herbal yang dianjurkan Rasululllah (madu, habatussauda-jintan hitam), serung berwudhu.
2. Menyusun kriteria calon
3. Minta bantuan ayah, ibu dan kerabat
Komunikasikan dengan mereka tentang kriteria calon yang sudah dibuat
4. Bergaul dengan orang-orang yang shalih
5. Tundukkan pandangan
Menundukkan pandangan adalah bagian dari keimanan. Rasulullah mengijinkan seseorang untuk melihat calon istri/suami mereka, tapi dalam kesempatan yang suci dan terlindung dari gangguan syaithan dengan didampingi mahram. Pada saat itu, ingatlah Allah dan mintalah pertolongan agar kesempatan melihat itu bisa membantu dalam mengambil keputusan dan bukan sekedar untuk memuaskan hawa nafsu ingin melihat.
6. Istikharah tiada henti
“Ya Allah, jika dia baik untuk agamaku, untuk kehidupan duniaku, dan untuk kehidupan akhiratku, maka taqdirkan dia untukku, mudahkan segala urusan kami, dan berkahilah. Jika tidak, maka palingkan aku daripadanya dan palingkan dia daripadaku,”

No comments yet.