Membangun Karakter Positif melalui Asmaul Husna (2)
6. Al-Mukmin (berusaha utk dapat dipercaya)
Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah mungkin seorang mukmin bersifat penakut?” Beliau menjawab, “Ya mungkin.” Ditanya lg, “Apakah mungkin ia bersifat kikir?” Nabi menjawab, “Ya mungkin.” Ditanya lagi, “Apakah mungkin seorang mukmin bersifat pembohong?” Nabi menjawab, “Tidak, tidak mungkin.” (HR. Ahmad)
7. Al-Muhaimin (mampu menjaga diri sendiri)
Dan sebaik-baik menjaga diri adalah dengan selalu berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah Nabi yang memiliki ajaran yang tinggi nilainya. Sebagai umat Islam, kita harus meyakini (iman) terhadap keduanya dan meyakini bahwa hanya dengan berpegang teguh pada ajaran Allah kita akan dapat menyelamatkan hidup kita di akherat kelak.
8. Al-Aziz (memiliki prinsip hidup yang kuat)
Hidup harus berprinsip karena kehidupan ini dibangun di atas prinsip yang kokoh. Tidak ada kehidupan tanpa prinsip. Satu2nya cara untuk tetap eksis adalah dengan cara menyandarkan diri kepada Allah sebagai Al-Aziz (Yang Maha Perkasa).
9. Al-Jabbar (menjadi teladan bagi orang lain)
Allah memiliki sifat Al-Jabbar yang artinya kurang lebih adalah keagungan, ketinggian dan istiqomah. Sifat Allah ini dpt kita terjemahkan ke dlm kehidupan sehari-hari dg selalu menghiasi diri dengan keteladanan. Teladan bagi orang lain dan lebih2 teladan bagi diri sendiri. Pemimpin bukan hanya dalam arti memiliki kecerdasan intelektual, emosional tetapi juga spiritual.
10. Al-Mutakabbir (memiliki kebesaran hati)
“dan mereka menahan marah, dan memaafkan sesama manusia. Dan Allah kasih kepada orang yang berbuat baik.” (QS. Ali Imran 134)
Ketakaburan hanya menunjukkan kebodohan dirinya sendiri.
11. Al-Khaliq (Selalu mencoba untuk berkreasi)
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba-Nya yang berkarya dan trampil. Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wa Jalla.” (HR. Ahmad)
12. Al-Bari’ (senantiasa merencanakan masa depan)
Allah bersifat Al-Bari’ yg bs diartikan sbg Maha Merencanakan Sesuatu. Dengan sifat-Nya tsb Allah mengajarkan kpd hamba2-Nya agar selalu memilki rencana sblm melakukan sesuatu. Kata org bisnis, rencana merupakan separuh dari sukses. Tiada sukses tanpa rencana. Tp ingat, Allah is the Grantor of Success.
13. Al-Mushawwir (berusaha mewujudkan cita-cita)
Allah bersifat Al-Mushawwir yg artinya mamberi substansi (bentuk) kpd ciptaan-Nya. Kita harus bermimpi tetapi jangan sampai menjadi pemimpi. Sbg makhluk Allah kita jangan hanya pintar bermimpi atau hanya memiliki banyak teori yg canggih. Tetapi hidup ini akan lebih berkualitas jika kita mampu mengubah mimpi menjadi asa pasti. Insya Allah.
14. Al-Ghaffar (mudah memaafkan orang lain)
“Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. 4:149)
15. Al-Qahhar (mampu menundukkan hawa nafsu)
Al-Qahhar ketika dibumikan dan menjadi bahasa manusia bisa diartikan sebagai kemampuan manusia bisa diartikan sebagai kemampuan manusia menundukkan hawa nafsunya.
16. Al-Wahhab (memiliki sifat pemurah)
Allah adlh AL-Wahhab artinya Maha Pemberi. Allah adlh Maha Pemurah dan hendaknya keagungan sifat-Nya tsb menjadi pedoman bagi setiap manusia atau pemimpin utk senantiasa bersikap pemurah kpd sesamanya.

Teruskan mencari hikmah dalam setiap amal karena masyarakat hari ini karena sudah terda’wah oleh teknologi maka perlu pembuktian yang selalu harus masuk akal. jadzakumullah khairan katsira
Comment by Duddy — August 30, 2007 @ 7:26 am
alhamdulillah… semoga bermanfaat
barokallahu fiik…
Comment by h4nim — September 4, 2007 @ 1:51 am