Hijrah Menuju Keluarga Cemerlang
Berikut ini adalah ringkasan dari kajian interaktif ahad pagi di masjid agung Surabaya (masjid Al Akbar), pemateri ust. Muhammad Sholeh Drehem, Lc.
Persiapan yang dibutuhkan untuk menjemput jodoh:
1. Akidah yang salim
2. Ibadah yang baik
3. Akhlak yang kokoh
4. Wawasan yang luas
5. Fisik yang kuat
6. Mampu mengendalikan diri
7. Disiplin waktu
8. Teratur dalam semua urusan
9. Punya etos kerja yang tinggi
10. Mampu memberikan kontribusi positif kepada orang lain/bermanfaat untuk orang lain
Setelah tahap persiapan dipenuhi, baru masuk ke tahap berikutnya yakni pemilihan.
Bagaimanakah cara memilih pasangan? Islam telah mengajarkan ukuran-ukuran yang digunakan dalam memilih pasangan.
Wanita dinikahi karena empat hal; kekayaan, kecantikan, keturunan dan agamanya.
Pilihlah yang ke empat (karena agamanya) maka insya Alla yang pertama (kekayaan), kedua (kecantikan) dan ketiga (keturunan) akan ikut baik.
Rasulullah Saw telah bersabda yang artinya,
“Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu. {HR Bukhari dan Muslim}
Dalam hadist Abdullah bin Amr, Rasulullah Saw bersabda yang artinya,
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikan itu akan membinasakannya; dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya, karena boleh jadi harta itu akan menjadikannya sombong. Tetapi nikahilah wanita karena agama. Budak yang hitam kulitnya tetapi beragama itu adalah lebih utama,” {HR Ibnu Majah}
Sedangkan seorang laki-laki dipilih karena agama dan akhlaknya yang mulia.
Hak-hak istri kepada suami (kewajiban suami):
1. Suami perlu berdandan di depan istri (tampil rapi, bersih dan wangi)
2. Tunjukkan wajah yang berseri-seri dan ceria kepada istri
3. Pandai-pandailah memilih kata-kata kpd istri, karena wanita adalah seseorang yang sangat halus perasaannya
4. Pandai-pandailah mengucapkan terima kasih
5. Sekali-kali membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga
6. Mengajak istri bersenda gurau
7. Berjabat tangan dan mencium istri
Dari Aisyah ra, “Rasulullah saw tidak pernah sekalipun lupa untuk mencium bibirku sebelum dia bepergian keluar rumah”
8. Mengajari istri urusan agama
9. Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar
10. Seimbang dalam hal cemburu
11. Menafkahi istri
12. Menjaga perasaan istri
13. Tidak membuka aurat istri (tidak menyebut-nyebut kekurangan istri)
14. Memberikan izin kepada istri keluar rumah dalam urusan tertentu
Hak-hak suami (kewajiban istri):
1. Suami berhak untuk mendapat perhatian istri
2. Istri wajib men-taat-I suami selama tidak bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala
3. Jangan keluar rumah tanpa izin suami kecuali untuk hal-hal yang rutin (ex. Membeli garam, beras,dll)
4. Istri tidak boleh mengijinkan orang lain (saudara sekalipun) untuk tinggal di rumah sebelum mendapatkan izin dari suami
5. Tidak boleh berpuasa sunnah tanpa izin dari suami
6. Istri wajib untuk memfokuskan diri mendidik anak-anak
7. Istri wajib berdandan di hadapan suami
8. Menjaga harta suami, termasuk membelanjakannya dengan cara yang ma’ruf
9. Istri pandai-pandai merespon keinginan suami
Kewajiban Suami-Istri kepada anak:
1. Memberikan pendidikan aqidah
2. Memberikan pendidikan akhlak
3. Memberikan pendidikan akal
4. Memberikan pendidikan yang berkenaan dengan fisik
5. Memberikan pendidikan ruhani
6. Memberikan pendidikan kejiwaan
7. Memberikan pendidikan tentang seksualitas
Siap untuk hijrah menuju keluarga cemerlang?

No comments yet.