Ikhlas
Beberapa Atsar Tentang Ikhlas 
1. Ya’qub berkata, “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukan-keburukannya.”
2. As-Suusiy berkata, “Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.”
Apa yang disampaikan di atas menjelaskan tentang membersihkan amal dair sifat ‘ujub. Merasa ikhlas dan melihat keikhlasan diri adalah ‘ujub. Dan itu merupakan salah satu perusak keikhlasan. Amal yang ikhlas adalah yang bersih dari segala jenis perusak keikhlasan.
3. Ayyub berkata, “Bagi para aktivis, mengikhlaskan niat jauh lebih sulit daripada melakukan seluruh aktivitas.”
4. Sebagian ulama berkata, “Ikhlas sesaat berarti keselamatan abadi. Tetapi ikhlas itu sulit sekali.
5. Suhail pernah ditanya tentang sesuatu yang paling berat bagi diri. Ia menjawab, “Yaitu ikhlas, sebab dengan ikhlas, diri tidak mendapatkan bagian dari apa yang dikerjakan sama sekali.”
6. Fudhail berkata, “Meninggalkan suatu amal karena orang lain adalah riya’. Sedangkan beramal karena orang lain adalah syirik. Adapun ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”
Diambil dari: Tazkiyah An-Nafs Konsep Penyucian Jiwa Menurut Para Salaf, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, Ibnu Rajab Al-Hambali,Imam Al-Ghazali, Penerbit Arafah

assalamu’alaikum
mba mo ngasih komentar nih…mudah2an berkenan…
klo menutupi atau menyembunyikan keburukan itu kan ga baik, bisa dibilang juga klo kita telah berbohong…(ya…maksudnya bukan berarti harus membuka aib sendiri sich…tapi klo harus menutup2i keburukan koq kaya penjahat aja yach rasanya…)
Comment by brutu5! — April 26, 2007 @ 2:29 am