Sederhanakan Ucapan, Perbanyak Amal

Everywhere...Around The World!

Ajak Keluarga Menomorsatukan Allah

Allah
Allah Maha Kuasa. Semua makhluk di alam semesta ini lemah dan tak berdaya di hadapan-Nya. Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki, segala nikmat bisa putus dalam sekejap.

Dengan kondisi ini, logikanya, kita akan senantiasa menempatkan Allah pada urutan pertama dalam segala hal. Ketika berbenturan dengan kepentingan Allah, maka yang lain menjadi kalah penting. Harta kekayaan yang kita usahakan, harta perniagaan yang kita khawatiri kerugiannya, rumah-rumah yang kita senangi, anak-anak yang kita kasihi, isteri yang kita sayangi, semuanya tunduk pada kepentingan Allah.

Namun kebanyakan kita, disadari atau tidak, telah menempatkan Allah tak lagi pada urutan pertama. Saat adzan Subuh berkumandang, kita enggan untuk segera bangun dan mengambil wudhu. Kita lebih suka mengulur-ulur waktu dengan tenggelam di dalam hangatnya selimut.

Ketika adzan Maghrib berkumandang, kita terasa enggan beranjak dari depan televisi. Dengan dalih masih tersisa waktu, kita merasa sayang melewatkan cerita sinetron yang disajikan televisi.

Bahkan, tanpa sadar, kita pun telah mengajarkan kepada keluarga untuk ikut menempatkan Allah tak lagi di urutan pertama. Setiap malam, kita suruh anak-anak segera tidur agar besok tak terlamat ke sekolah, bukan agar tak terlambat shalat shubuh. Kita ajari anak-anak menabung, tapi tak kita ajarkan mereka bersedekah.

Ketika isteri terlambat memasak, kita merasa sewot. Tapi, kita tak marah jika isteri telat shalat. Kita merasa khawatir isteri lupa menyisihkan uang untuk cicilan rumah, tapi kita tak pernah bertanya apakah zakat penghasilan sudah dibayarkan atau belum.

Lambat laun, bermunculanlah tuhan-tuhan baru di rumah kita. Kita tempatkan Allah, Tuhan yang seharusnya kita sembah, di urutan kedua, ketiga, keempat, bahkan terakhir, lalu tak lagi kita dengar seruan-Nya.

Padahal kita tahu, Allah tak mungkin tertandingi. Allah tak akan berkurang kuasa-Nya dengan sikap kita itu. Malah, sikap itulah yang akan menjerumuskan kita dalam jurang penyesalan yang abadi.

Sejak pertama lahir ke bumi, kita sudah diperdengarkan kalimat tauhid oleh orang tua kita. Laa ilaa ha ilallah. Tiada tuhan selain Allah, tak boleh ada tuhan kecuali Allah.

Dan, ketika kita sudah memiliki momongan, kita pun mengumandangkan kalimat tauhid ke telinga anak kita. Tiada tuhan selain Allah, tak boleh ada tuhan kecuali Allah.

Rupanya kita telah mendua. Kita biarkan “tuhan-tuhan” itu hadir di tengah keluarga kita.

Mari kita usir “tuhan-tuhan” tersebut. Ajarkan kembali keluarga kita untuk menomorsatukan Allah.

diambil dari majalah Hidayatullah edisi 10/xx




1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://h4nim.blogsome.com/2008/02/15/ajak-keluarga-menomorsatukan-allah/trackback/

  1. Hanim sama mas keris pie kabare ?

    Comment by rusgun — February 28, 2008 @ 6:17 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>